more than a thousand miles |
i'm just a lucky person who want to share everything :) |
Thank you for those wonderful days, all the laughs and the angers.
Thank you God for giving me a chance to see another part of this world, whether it is right or wrong.
Thank you LC Bandung, Didi, Lia, Fanny, Fajar, and all those people I couldn’t mention, to support me and my internship here.
Thank you Olga for matching me here, and let me know about this wonderful city.
Thank you Alexander for all your kindness to all of the interns here, and your hard work to make our internship works.
Thank you Victoria for everything, cheer ups and smiles. You are my favourite :D
Thank you Olga Magritska for the knife you lend to our house, too bad I see you for quite too short time :(
Thank you Marina for assisting me in cooking Indonesian food, and thank you also for her cute brother Maxim :3 Nice to meet you!
Thank you for all AIESEC LC Berdyansk member for such a great time :)
Thank you my favourite students in schools, Karina, Maxim, Vlad, Sergey. And the cute boy from 5th grade. Also the guys from school no.11. You guys rocks! I love hanging out with you :”)
Thank you for everyone in the school who give me presents and attention as well. I really appreciate it :”)
Thank you for all my WWB team members, Gustavo, Yining and Petrius. It’s quite a chance to get to know people from different side of the world.
Thank you for all my fellow interns, Bayleigh, Summer, Elsa, Emma, Suryo, Bayram and Thariq. It’s such a nice time hanging out with you guys :)
Thank you for english club guys; Ira, Lena, Lera, and Dima. It’s nice to try speaking russian english with you guys :))
Thank you for the random people I meet in this city; Andrey, Dima, Olga, Igor, Zenya and Marina. It’s good to know you guys :)
Maybe we will meet again. Who knows :)
it’s difficult for me to get online now, and still got a lot of story to tell. please wait for my updates since internet access is very limited for me now :)
am now in kiev, ready to go home on saturday. so see you in Indonesia insya Allah on February 6th, 18.50 WIB :)
Having nice trip with nice friends here. so glad to meet new people here :D
Will update soon :)
(Source: ny-image3.etsy.com, via papertissue)
are you making a project for making impact for society or you just want some money?
are you making a party for greeting people and getting closer or you just need some reason to be drunk?
and what is the exact definition of “open mind”? - so when you complain about the way i do my religion, i can say that you don’t have an open mind? but if i don’t do drink and hate drunk people means that i don’t have an open mind?
not sure if this question will have the answer at the end of my presence here.. or maybe, yes.
Jadi hari ini gustavo pergi ke kiev, dan jadilah saya survivor terakhir dari proyek WWB.
Saya dan Victoria mengantarnya ke stasiun kereta karena dia naik kereta jam 12.45. Dia berada di gerbong yang sama dengan seorang foreigner dari California, setidaknya jadi ada teman sesama foreigner lah ya buat dia.
Saat berpisah, sebenarnya antara pengen nangis gimana gitu. I like him but I hate him at the same time. huahaha. we fight quite a lot about things but basically he is nice. Sejujurnya orang inilah culture shock terbesar saya selama di sini, karena dia orangnya sangat jujur dan blak-blakan sementara saya orangnya cenderung mendem. haha. atau mungkin karena dia udah hayang jujur jadi saya tinggal mengiyakan kata2nya dan gak usah ngomong apa-apa lagi :p but anyway, living with this insane guy for almost 2 months teach me a lot of things.
Kata-kata terakhir yang saya sampaikan melalui HP saya saat dia sudah di dalam kereta adalah “Govno Gustavo.*”
Dan dia membalasnya dengan sms, “Nipisdi suka**”.
At least those messages makes us laugh instead of crying, hahaha. But well, take care Gustavo and see you at the other side of the world someday :D
* Sh*t Gustavo
** Shut up b*tch
anyway, hari ini sekitar jam setengah 12 malem saya mendengar keributan di luar kamar saya - ada suara orang ngobrol-ngobrol. dan setelah saya cek ke luar, ternyata ada 3 orang pria lokal dan si ibu kos lagi buka salah satu kamar di flat saya (kamar no. 87) dan liat-liat. omaigad. JANGAN SAMPE MEREKA PINDAH SATU FLAT SAMA SAYA. NO WAY.
1. Saya nggak mau sharing dapur + kamar mandi sama cowo tidak dikenal. gustavo dan petrius kasus lain, karena mereka sama-sama intern, bisa ngomong bahasa inggris, dan at least sama saya mereka bersikap sopan dan gak asal slanang slonong.
2. sharing dapur dan kamar mandi sama orang yang ga bisa bahasa inggris memang menantang. tapi jika itu lawan jenis dan stranger, it’s not exciting at all. no. big no. like, NO.
3. orang macem apa yang jam 11.30 malem DATENG KE FLAT ORANG LIAT-LIAT KAMAR? meeen ini dorm ditutup jam 10 malem! tamu gue aja jam 10 malem diusir, ini lagi orang ga jelas liat-liat kamar kenapa ga diusir aja kek suruh dateng besok pagi. ngek. tolong baim ya Allah :__(
4. secara saya tinggal 4 hari lagi di sini mungkin bisa kali ya ditahan-tahanin ato nggak kabur nginep di rumah siapa gitu yang mau nampung saya sampe berangkat ke stasiun. lah summer sama elsa masih ada kali sebulan lebih, kasian juga kalo hidup sama mas-mas stranger ini -___-
i don’t mean to judge people, but sorry, we are just scared. sincerely, 3 asian girls living far from home alone. thank you.
hari ini sepertinya adalah presentasi terakhir saya, secara udah nggak ada kabar lagi tuh dari sasha maupun OC team yang lain (ya kali… hahaha). jadi hari ini harusnya saya dan gustavo pergi ke gymnasium school untuk melakukan 3 presentasi. tapi ternyata hari ini gustavo sakit tenggorokan lagi, emang cuaca lagi dingin parah di sini sekarang. karena besok dia harus pergi ke kiev naik kereta, akhirnya dia pun terpaksa nggak ikutan.
datanglah saya ke gymnasium sendirian.
lalu bertemulah saya dengan si kepala sekolah. lalu beliau pun bertanya: apakah saya sendirian dan dimanakah gustavo. lalu saya pun cerita kalo dia sakit lagi blablabla.
dan kemudian dia berkata. “oh, sayang ya gustavo ga bisa dateng. soalnya sebenernya appointment 2 kelas pertama ini cuman buat dia aja. kalo gitu kamu istirahat dulu aja, nanti dateng lagi kesini jam 11.15 buat kelas 6.”
errr, so i am kinda unwanted here, i see. baiklah. akhirnya saya pun pergi ke rumah sakit buat terapi gara-gara jatuh kemarin. pas lah waktunya, setelah saya kelar terapi, saya balik lagi ke sekolah sekitar jam 11.10. dan dibawalah saya ke hadapan anak-anak kelas 6 SD.
well, mereka terlihat lucu dan menggemaskan seperti bocah pada umumnya. tapi berisiknya ya Allah.. ga nahan banget. bahkan 2 orang bocah gebuk-gebukan di depan saya pas saya lagi presentasi.. hahaha. tapi merekanya sendiri cukup tertarik dengan saya, karena beberapa anak akhirnya mengingatkan temennya untuk gak berisik dan merhatiin saya. ah so sweet sekali kamu nak. tapi sayang sekali ya gurunya gak kooperatif gitu, kalo di beberapa sekolah lain mereka biasanya ikut dengerin presentasi saya dan membantu buat menerjemahkan beberapa kata-kata yang sulit buat mereka, tapi disini mereka sibuk ngerjain kerjaannya sendiri tah apa.
tapi namanya juga bocah, dalam beberapa saat (seperti saat saya nunjukkin mata uang rupiah dan beberapa makanan Indonesia), mereka sangat excited dan rebutan buat liat. tapi sepertinya guru di sekolah ini anti keributan, dan untuk meredakan ‘kerusuhan’ tersebut, si ibu ngegebrak meja dan marah-marah dalam bahasa rusia tah apa. dan si anak pun terdiam.
oh, jadi di sini maennya agitasi ya. oke deh bu.
sebenernya sih saya pribadi ga begitu suka dengan metode kayak gitu sekarang (ketawa puas puasin deh lo, pasti ga bakal percaya kan kalo gw yg ngomong hahaha). soalnya kayaknya lebih enak pake pendekatan ramah dan baik-baik. tegas itu penting, tapi kalo kitanya berwibawa kayaknya ga perlu deh sampe gebrak gebruk meja segala. contoh lain, di sekolah no.1, gurunya cukup ngomong aja dan merekanya diem sendiri. ah, well.
jadi kesimpulannya, saya gak suka sama sekolah ini. sama style gurunya, mungkin. kasian anak-anaknya diperlakukan kayak anak tiri. hahaha.
well, untung ini hari terakhir saya presentasi di sana. jadi ya cukup tau aja deh ibu-ibu. so sorry but i don’t like you ;)
jadi sebenarnya kisah ini adalah follow up dari kisah farewell gustavo kemarin. Jadi sebenarnya (lagi), kemarin itu pas kita pulang jalan kaki malem malem gelap gelap jalanan licin, akibat suasana kota yang tidak mendukung, walhasil saya pun kejeblos di sebuah lobang random di tengah jalan dan jatoh nyungsep dengan dagu duluan nabrak jalanan :((
sakitnya setengah mati, untungnya si dagu saya nggak berdarah. tapi abis itu rahang saya yang sebelah kanan sakit banget ampe susah digerakin, mangap saja sulit :’( akhirnya kami memutuskan untuk pulang segera, dan katerina bilang besok kalo masih sakit dianterin ke rumah sakit.
pagi-paginya, jam 9 pagi katerina nelpon saya buat nanya keadaan saya. ternyata si rahang masih aja sakit, saya udah parno takut geser retak ato gimana huhuhu. makan saja sulit. karena dia juga sakit gara-gara kehujanan semalem, diutuslah marina buat nganter saya ke rumah sakit.
sekitar jam 9.30 marina menelpon saya dan bilang katanya jam 12.30 nanti dia bakal nganter saya ke rumah sakit. errr 3 jam lagi, lama juga ya. tapi namanya juga minta tolong orang, ya wes lah :/
sementara menunggu jam 12.30, kerjaan saya adalah main plans vs zombie sambil nunggu sepatu kering. iya, sepatu saya cuman 1 dan basah total gara-gara tragedi hujan kemarin :( setelah dijejelin ke heater pun masih ga ampuh, akhirnya saya pun mulai depresi dan menyetrika sepatu saya supaya kering.. hahahaha.
udah nyeterika sepatu sampe jam 1, masih nggak ada kabar juga dari neng marina. udah mana laper, dari pagi cuman minum susu doang, emosi mulai tinggi. makin emosi karena susah mangap, hahaha. karena saya nggak punya pulsa sama sekali, akhirnya saya keluar rumah dan pergi ke city center buat beli pulsa. setelah saya punya pulsa, saya pun menelpon mbak yang bersangkutan ini.
saya: “halo, mar, lo dimana?”
marina: “gw lagi ngeliatin presentasi di sekolah.”
saya: (U#HG_T@GMPF(@H@(@!)#&^Y)(^$ “oh, selesai jam berapa?” *mencoba untuk tenang*
marina: “yah.. jam 2an lah, nanti jam 2.30 gw bisa anter lo ke rumah sakit”
saya: *KENAPA GAK BILANG DARI TADI YA ALLAH TAU GITU GUE NGAPAIN DULU KEK MAKAN KEK APA KEK* “oh gitu yaudah deh makasih ya”
sumpah waktu itu saya keselnya udah ga ngerti lagi, orang lagi panik butuh kerumah sakit malah ditunda-tunda, salah-salah ga bisa mangap lagi gue seumur hidup T__T akhirnya saya pun menelpon victoria, salah satu bespren saya disini. kebetulan dia lagi ga ada acara dan dia juga ada perlu ke rumahsakit, dia pun menyanggupi untuk nganter saya ke rumah sakit. hore.
kata si dokternya, sebaiknya saya dateng ke dokter gigi. akhirnya kami pindah ke sebuah rumah sakit khusus dokter gigi. bangunannya keren dan terlihat masih baru >:D setelah daftar, saya disuruh foto rahang buat ngecek apakah ada bagian yang retak atau semacamnya. setelah foto rahang, saya dibawa ke si ibu dokter. kemudian si ibu dokter mulai pencet-pencet dan dorong-dorong rahang saya buat ngecek apakah rahang saya berada di posisi yang benar atau tidak. alhamdulillah, ternyata muka saya masih baik-baik aja, rahang masih betul, cuman sakit aja katanya. akhirnya sama si ibu dokter saya disuruh fisioterapi 5 hari. alhamdulillah juga, setelah difisioterapi pertama akhirnya bisa mangap dan ngunyah makanan :D
setelah kelar dengan segala urusan, akhirnya saya didrop di sebuah restoran fast food buat makan. jadi itulah makanan pertama saya selama seharian ini, sekitar jam setengah 5 sore T__T entah antara makan siang dan malam, sungguh tidak jelas dan menyedihkan huhu. untung makanannya enak. setelah itu saya pun pergi ke wifi cafe buat laporan sama seluruh rakyat Indonesia tentang kejadian hari ini, huehe. oh iya, sekarang akses internet saya terbatas karena modem saya dipinjem suryo, intern MT dari indonesia yang lagi ikutan conference di donetsk.
Jadi hari minggu malam ini diadakan pesta farewell untuk Gustavo yang akan pergi meninggalkan berdyansk pada tanggal 27 Januari. Diadakan hari ini, karena hari senin besok seluruh EB (kecuali Katerina, karena dia lagi sakit) + suryo + sasha bakal pergi untuk conference di donetsk, jadi kayaknya mereka ga bakal ketemu gustavo lagi sampe hari kamis. well, acara farewell ini akhirnya menjadi satu-satunya alasan bagi kami untuk keluar rumah karena seharian mager banget karena udara lagi dingin dan anginnya lagi kenceng-kencengnya. farewell party ini diadakan di Pizza Mix, soalnya kita udah bosen party-partyan di cottage olga. Sekali-kali ganti suasana gitu maksudnya.
Lalu pergilah kami ke pizza mix, berangkat jam 7 malem dari rumah. Hari ini ternyata nggak sedingin kemarin, tapi agak-agak lembab, gerimis dan jalanannya penuh es. Dalam fase ini kami masih bisa bercanda, sok-sok joget samba dan moonwalk di atas es.
Lalu kami pun naik bus. Turun di city center, ternyata sejalanan sampe pizza mix itu udah tercover sama es semua. bayangkan melakukan ice skating dengan sepatu sehari-hari anda. itulah yang terjadi pada kita. perjalanan dari tempat turun bus ke pizza mix yang biasanya cuman 10 menit jalan kaki pun ditempuh dalam waktu setengah jam karena banyak interupsi kepleset disana-sini. cuaca mulai terasa nggak lucu. dengan gerimis yang masih setia, plus saya jatuh 3x di tengah jalan, sampailah saya di pizza mix dengan coat setengah basah dan jeans yang basah di beberapa spot. sedih. mulai merasa seperti anak ayam yang diguyur aer.
lalu makanlah kami di pizza mix. well, saya mah nggak tau ya farewell party itu harusnya kayak gimana, tapi buat saya mah ini nggak kayak farewell party, cuman kayak makan-makan biasa aja. hmm. nothing personal with this event, and everyone looks like interested with their own talk. tadinya sih kirain mo gimana gitu, kesan kesan blablabla apa kek basa basi, tapi ternyata no basa basi. toh hal yang sama terjadi juga di farewellnya yining dan petrius, dimana intern berbicara dalam bahasa inggris dan yang lain bikin kubu conversation bahasa rusia. as for me it’s just to get ready to have such a farewell party - no basa basi, nothing personal. our presenceis just business here, i guess. or maybe i shouldn’t have any farewell party at all, no difference tho :p
jam menunjukkan pukul setengah 10. karena dorm kami punya jam malam jam 10, kami pun minta dipesenin taksi sama katya. tapi apa yang terjadi sodara-sodara, TIDAK ADA TAKSI YANG MAU MELAYANI. katanya karena ujan gerimis jalanan licin blablabla. oh my God. kota macam apa ini. dan ini hanyalah awal dari hari terburuk saya di Berdyansk. uhuy. ikuti cerita saya selanjutnya.
akhirnya supaya nggak kemaleman, kami pun memutuskan untuk jalan kaki sambil mencoba nelpon taksi kali aja ada yg mau. tapi ternyata hasilnya nihil. hujan semakin deras, jalanan semakin becek, licin tetep aja nggak hilang. jamprit. akhirnya kami pun jalan kaki dari pizza mix ke dorm. hore. di sini saya mulai merasa tidak seperti di kota lagi. kondisinya udah nggak jauh beda sama bertualang di hutan belantara. ga ada transportasi, hujan sampe coat udah basah banget sampe udah mulai tembus ke dalem baju, boots udah basah semuanya, dan jalan kaki nanjak menuju rumah di jalanan gelap dengan penerangan minim. masih nggak abis pikir kenapa ga ada taksi yang mau melayani kita. apakah mereka hobinya menolak rejeki? :__( kalo difilmin udah maknyus banget ini mah. dan dengan jalanan yang tetep licin, bahkan kita masih bisa kepleset berkali-kali. jadi inilah yang namanya life changing experience, sodara-sodara. muahahaha.
setelah perjuangan panjaaangg akhirnya kami pun sampai di dorm jam 11.45 (sejam lebih jalan kaki coy! bener-bener hutan belantara) dengan kondisi kayak anak ayam diguyur air. untung ibu kosannya baik, masih mau bukain pintu rumah buat kita (ya iyalah tampang udah memelas gini, kalo ga dibukain tega banget). akhirnya kami pun mengeringkan segala benda di heater dan mandi kilat. dan sampailah saya sekarang nangkring di kasur, menceritakan tentang belantara berdyansk yang kejam di bulan januari :__(
yeay! another event in my internship - brain challenge. jadi pada event ini seluruh sekolah yang pernah kami datangi untuk presentasi berkumpul untuk menentukan siapakah yang terbaik (halah). Ada 4 tim yang ikut, yaitu dari sekolah no. 1, 11, 5, dan Gymnasium. Setiap tim terdiri dari 5 orang. Dan di sini saya senang sekali karena akhirnya bisa ketemu lagi sama anak-anak favorit saya, terutama dari sekolah no. 1 dan 11 :)
Untuk kuis ini saya menyiapkan 20 pertanyaan, kalo kata Gustavo dan Sasha sih pertanyaan saya agak-agak susah. Mungkin saya berbakat jadi guru yang jahat kalo ngasih ujian, hahaha. Sebelum acara, saya mengobrol dengan beberapa murid dan guru, dan ternyata anak-anak dari sekolah no.1 memberi saya hadiah, yaitu postcard dan anting (???). Katanya anting itu dari anak yang saya suruh buat nyobain kebaya hehehe. Lucu sekali mereka :D
Kuis dimulai dengan pertanyaan saya. Di sini terlihat anak-anak dari Sekolah No.11 sangat menguasai dan memimpin klasemen :D kemudian pertanyaan dari Yining (yang super gampang dibandingkan dengan pertanyaan saya dan Gustavo.. hahaha). Ronde kedua ini didominasi oleh Gymnasium (yang sudah dikunjungi Yining entah berapa kali, kayaknya anak anaknya udah nglotok soal Cina). Ronde ketiga ditutup dengan pertanyaan dari Gustavo tentang brazil yang susahnya lumayan maknyus, namun berhasil dijawab dengan cukup gemilang oleh anak-anak sekolah no.1.
Jadi diantara keempat sekolah itu tersebutlah sekolah no.5 yang mukanya paling nothing to lose. Memang dibanding ketiga sekolah lain, mereka cuma ketemu kita 2 kali. Disaat ketiga sekolah lain berusaha nebak dengan penuh napsu dan muka “wah gw tau nih jawabannya”. Mereka biasanya bengong, ketawa-ketawa sambil berusaha nyari jawabannya di contekan. Tapi dalam banyak kasus, mereka selalu ngasal nebak dan seringkali tebakannya bener. Paling parah, pas ditanya apa artinya bendera brazil, bahkan sengasal-ngasalnya pun akhirnya jawaban mereka benar. hahaha.
Akhirnya perlombaan pun dimenangkan oleh sekolah no.1.. sementara bocah-bocah sekolah no.11 favorit saya juara 4 :( sedih ngeliat muka mereka kecewa padahal mereka bisa jawab banyak pertanyaan dari saya. hiks. sampe sekarang juga masih sedih kalo inget ekspresinya :( anyway i wish that i could meet them again one more time just to say goodbye before i leave berdyansk :(
akhirnya, setelah pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah (hadiahnya adalah kue tart ternyata sodara-sodara.. hahaha) anak-anak sekolah no.1 dan gurunya mengajak kita buat minum teh. karena menolak tidak baik, maka saya dan gustavo pun ikut mereka. Jadi acara minum teh ini ternyata sambil ngabisin hadiah kue tart yang emang gede banget. Jadi bayangin aja kue tart 50 cm dibagi 8, sumpah lah itu porsi kue terbesar yang pernah saya makan seumur hidup.. haha. Bahkan karina, salah satu anak sekolah no.1, belom makan dari pagi sampe sore itu dan kayaknya dia udah kenyang banget makan kuenya :p
Overall sih menurut saya ini acara yang oke, apalagi masuk TV (lagi) cihuy :9 sayang persiapannya masih agak kurang, termasuk saya dan gustavo yang nggak ngerti sama sekali soal penilaian dan aturan-aturannya, jadi kadang-kadang kita suka bingung di tengah jalan (which is not a good thing to see in front of the audience). tapi so far anak-anak AIESECnya bisa menghandle lah. menurut saya kalo dipersiapkan sedikit lebih matang dan dengan MC yang lebih ceria (seperti blandy misalnya) pasti acara ini bakal lebih wah. hehe.
akhir kata, saya hanya bisa berkata bahwa saya sebenarnya senang ada acara kayak gini. tapi persiapannya harus lebih yahud biar jadinya jauh lebih keren. huehehe.
minggu depan memasuki minggu terakhir di berdyansk. huhu. siap-siap galau :( saya masih punya beberapa jadwal presentasi dan english club, jadi mungkin saatnya say goodbye kepada murid-murid saya :(